Bedah Buku: Syarah Kitab Tauhid
Pemateri : Ustad Abu Haidar Assundawi
Minggu, 25 April 2010
@ Masjid Cipaganti - Bandung
Bab 1:
======
Makna tauhid: menjadikan satu sesuatu
Tauhid terbagi menjadi tiga, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, asma wasifat.
Tidak ada dalilnya pembagian tauhid menjadi 3, tapi pada zaman nabi sudah ada. Hanya saja untuk memudahkan mempelajarinya pada masa selanjutnya.
1. Tauhid Rububiyah: mentauhidkan Alloh dalam melakukan perbuatan-perbuatan-Nya.
Contoh: mematikan-menghidupkan, memberikan kesembuhan-sakit, mengabulkan doa, dll
2. Tauhid Uluhiyah: mengesakan Alloh dalam hal penyembahan
3. Tauhid Asma Wasifat: sifat-sifat Alloh
Tauhid asma wasifat mencakup:
a. Menetapkan nama-nama & sifat-sifat bagi Alloh (oleh Alloh penetapan nama & sifat-sifat-Nya).
Contoh: Alloh gembira --> tercantum dalam hadits yang shahih
b. Menolak sifat-sifat Alloh dari diri-Nya.
Contoh:
- ngantuk & tidur --> ditolak karena Alloh tidak ngantuk & tidur
- ingkar janji
c. Tidak boleh menetapkan sifat Alloh yang tidak ada pada diri-Nya.
Contoh: wujud, qidam, baka, dll.
Assalamu'alaikum!
Semoga blog ini dapat menjadi info yang bermanfaat...
Senin, 08 November 2010
Jangan Sering Makan Mie Loh!
Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Sri Rahayu menganjurkan masyarakat agar jangan makan mie untuk sarapan, makan siang dan makan malam alias jangan sampai makan mi instan sampai tiga kali sehari.
"Kita juga harus makan buah dan sayur," tutur Endang di Kantor Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2010).
Dia menjelaskan jika tidak masalah panganan olahan tersebut mengandung sedikit bahan kimia. Menurutnya, makanan itu masih layak dimakan. Seperti halnya BPOM, dia juga tidak bisa menjelaskan mengapa mi instan Indonesia ditarik oleh Pemerintah Taiwan dari pasarannya.
"Mungkin mereka punya peraturan yang berbeda, selain itu kita tidak ada hubungan diplomatik dengan mereka jadi kita sulit mengetahui alasannya," jelasnya.(wdi)
Referensi:
http://economy.okezone.com/read/2010/10/12/320/381807/menkes-jangan-makan-mi-tiga-kali-sehari
"Kita juga harus makan buah dan sayur," tutur Endang di Kantor Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2010).
Dia menjelaskan jika tidak masalah panganan olahan tersebut mengandung sedikit bahan kimia. Menurutnya, makanan itu masih layak dimakan. Seperti halnya BPOM, dia juga tidak bisa menjelaskan mengapa mi instan Indonesia ditarik oleh Pemerintah Taiwan dari pasarannya.
"Mungkin mereka punya peraturan yang berbeda, selain itu kita tidak ada hubungan diplomatik dengan mereka jadi kita sulit mengetahui alasannya," jelasnya.(wdi)
Referensi:
http://economy.okezone.com/read/2010/10/12/320/381807/menkes-jangan-makan-mi-tiga-kali-sehari
Langganan:
Postingan (Atom)
